Pekalongan, 28 Juni 2010
Ke Sawah Jadi Mudah
Dahulu, jalan tembus yang menghubungkan Desa Menjangan dengan Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan yang berujung di jalan raya Ketitang, sampai Kecamatan Wonopringo sangat sulit dilewati setiap musim hujan datang. Jalannya becek dan licin, karena masih banyak yang belum diurug sirtu. Sebaliknya, pada musim kemarau, jalan menuju sawah susah dilewati, gara-gara banyak rumput tinggi. Penduduk yang hendak ke jalan raya pun terpaksa mengambil jalan memutar.
Jalanan ini hanya sedikit yang sudah di-base course. Padahal jalan tersebut merupakan jalan utama, baik sebagai jalan tembus ke jalan raya, maupun sebagai jalur petani berangkat ke sawah.
Yang mengkhawatirkan, jika musim tanam tiba. Para petani tampak kepayahan membawa pupuk, traktor, bibit ke lokasi tanam. Bapak-bapak terpaksa memikul, dan ibu-ibu menggendong. Yang jelas, kalau boleh dibilang dengan bahasa kami, “Pokoke angel tenan yen ning sawah..”
Begitu pula saat masa panen tiba, di mana petani banyak mengangkut hasil panen dengan gerobak atau dipikul sampai ke jalan yang dapat dilalui oleh mobil pick up. Dan, bagi para pedagang pasar pun hendak lewat jalan tersebut. Tapi, wow, nanti dulu! Jangan-jangan belanjaannya malah jatuh berceceran. Lagi-lagi, mereka semua mengambil jalan memutar yang lebih jauh.
Awal November 2007, Desa Menjangan kedatangan tim sosialisasi tentang Program Penanggulangn Kemiskinan Terpadu (PAKET). Intinya, PAKET adalah kegiatan interkelurahan yang dibiayai oleh PAKET, dari 30 – 50% dan 50 - 70% biaya dari swadaya dan APBD. Artinya bagi kami, dana BP3MD ditambah swadaya masyarakat.
Kami pun berkhayal seandainya kami mendapatkan dana PAKET tersebut, niscaya akan kami gunakan untuk membuat jalan terobosan, yang jelas dapat bermanfaat bagi para petani di Desa Menjangan, karena biaya operasional bisa lebih ringan.
Gayung pun bersambut. PAKET didapat. Atas kesepakatan bersama, kami mengusulkan proposal untuk pengaspalan jalan yang menghubungkan jalan utama desa ke jalan raya. Untuk kegiatan ini, kami mendapat PAKET sebesar Rp60 juta ditambah APBD sebesar Rp42 juta dan Rp5,5 juta dari swadaya masyarakat. Semua dana ini kami gunakan untuk mengaspal jalan bervolume 4.325 meter persegi.
Bersama tim Panitia Kemitraan (Pakem), BKM Kijang Mas Desa Menjangan, aparat desa, serta seluruh masyarakat desa bahu-membahu mengerjakan pengaspalan jalan sepanjang 1.730 meter. Total volume, seperti diungkapkan di atas, 4.325 meter persegi berhasil dirampungkan.
“Sekarang kita kalau mau ke jalan raya tidak usah memutar lagi. Ibu-ibu pemilik warung, yang biasanya belanja pagi-pagi, tidak takut lagi belanjanya pada jatuh. Dan, bagi pengendara sepeda, nggak usah ngayuh kenceng-kenceng. Ya nggak?” imbuh Risbianto, staf Kelurahan Desa Menjangan, dengan nada bangga. (Tim PAKET Kabupaten Pekalongan/Tim PAKET KMP Advanced, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)
Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
BKM Kijang Mas Mandiri Desa Menajngan, Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah (dibaca 216) |