Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
Bestpractice pelaku
Rabu, 8 September 2010
, Selamat datang di website P2KP!
Best Practice P2KP merupakan kumpulan dokumentasi pengalaman kegiatan lapangan yang sarat dengan inspirasi, prestasi, dan bermakna pelajaran. Tujuan sharing pengalaman dalam bentuk tulisan Best Practice ini agar khalayak terpacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimana penulisan, pengiriman, dan penayangan Best Practice P2KP? Klik disini...

Best practice:  Manajemen Keuangan
Daftar | Arsip | Cetak
Klaten, 14 Juli 2010
Berkembang Berkat Dana Bergulir BLM

Ibu Trinah, sosok pemanfaat dana ekonomi bergulir BLM PNPM Mandiri Perkotaan yang berhasil [Dok. Tim MK Klaten, PNPM Mandiri Perkotaan]BKM Manunggal Jaya Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo berada di antara Surakarta dan Sukoharjo. Desa ini mulai mendapatkan sosialisasi PNPM Perkotaan pada tahun 2005, yang waktu itu masih bernama P2KP. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk pelayanan terhadap masyarakat miskin sesuai program BKM adalah kegiatan pinjaman bergulir yang dikelola oleh UPK. Awal pelaksanaan pinjaman bergulir di Desa Manang, yakni tahun 2007, terbentuk 30 KSM. Salah satunya adalah KSM Mawar Tiga, dengan salah seorang anggota bernama Ny. Trinah.

Pada 2007, Trinah bergabung dengan KSM Mawar bersama tiga anggota lainnya. Mulanya, setiap anggota mendapatkan bantuan Rp500.000, dengan bunga/jasa 1,5%.

Sebelum menjadi anggota KSM Mawar, Trinah memiliki usaha dagang ayam potong. Setiap harinya ia mengendarai sepeda ontel ke pasar dan mampu menjual hingga 7 ekor ayam. Keuntungan hasil penjualan ayam itu masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk itu, ia harus mencari pekerjaan lain agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Pada dasarnya, Trinah ingin sekali mengembangkan usahanya, tapi keterbatasan akses dana dan informasi menjadi kendala baginya.
 
Sejak bergabung dengan KSM Mawar, Trinah mencoba memanfaatkan pinjaman yang didapatnya untuk mengembangkan usahanya. Dengan pengalamannya memelihara ayam, ditambah bantuan modal dari BLM PNPM Mandiri Perkotaan sebesar Rp500.000, menjadi suntikan semangat baru bagi Trinah.

Dengan uang pinjaman itu, ia membeli sejumlah 100 ekor anak ayam, yang kemudian dipelihara dibesarkan sampai umurnya cukup untuk dijual kembali sebagai ayam potong. Perlahan tapi pasti, ia terus mengembangkan usahanya, dengan harapan keuntungan akan lebih besar jika ia menjualnya sendiri ke penjual daging di pasar. Bersama itu pula, Trinah mulai dikenal sebagai pedagang grosir (supplier) ayam potong bagi para pedagang ayam di pasar.

Awalnya Trinah hanya menjual 7 ekor ayam potong per hari. Kini ia menjadi supplier yang membawa 200 ekor ayam potong per hari [Dok. Tim MK Klaten, PNPM Mandiri Perkotaan]Ternyata, semakin lama, tuntutan kebutuhan pasar akan daging ayam potong pesanan semakin meningkat. Yang awalnya ia menjual tujuh ekor ayam setiap hari, kini Trinah mampu menjual hingga 200 ekor ayam per hari, dengan keuntungan Rp1.000 per kilogram. Kesibukannya pun semakin tinggi. Setiap pukul 16.00 WIB, ia mulai mengambil ayam, dilanjutkan dengan pemotongan pada pukul 02.00 WIB (dini hari) hingga 03.30 WIB. Kemudian, ia mengantar ayam potong itu ke pasar sekira 04.30 WIB dan selesai sekira 09.30 WIB, dan tiba di rumah kembali pada pukul 10.30 WIB. Kegiatan ini tersebut berjalan setiap hari.

Perubahan lainnya, jika dulu Trinah mengantar ayam dengan sepeda ontel, kini ia mengantar dengan mobil pick-up. Kehidupanya pun jauh berbeda, dibandingkan saat masih bermodalkan tujuh ekor ayam per hari. 

Sementara itu, kegiatanya dalam simpan-pinjam tetap ia lakukan. Bahkan, keberhasilannya menjadi motivasi dan pendorong bagi teman-temannya. Apalagi, Trinah termasuk peminjam yang sangat disiplin membayar angsuran dan belum pernah sekalipun menunggak.

Tak ayal, pengalaman yang dialami Trinah menjadi gambaran bagi KSM lain. Saat dana BLM dimanfaatkan dengan baik, maka nasib untuk menjadi lebih baik pun bisa terjadi. Semua kembali kepada kita, untuk semangat menjadi mandiri. (Tim Manajemen Keuangan Provinsi Jawa Tengah, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

KMW XIV PNPM Mandiri Perkotaan
JL. Sersan Sadikin No.47 Mutihan Gergunung Klaten
Telp. 0272 320883
e-mail: p2kp22kmw14@yahoo.com

(dibaca 183)
Kembali ke atas
 
Tim pengelola website
PNPM Mandiri Perkotaan
Jl. Penjernihan 1, No. 19 F,
Pejompongan - Jakarta Pusat 10210
Telp: (021) 70912271, (021)-70952271
Home | Warta | Media | Best practice | Forum | Pustaka | Aplikasi | Laporan | F A Q | Kontak
Total pengunjung hari ini: 666, akses halaman: 763, pengunjung online: 72, waktu akses: 0,016 detik.