Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Bestpractice
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeGelar KaryaBest practiceBP-LingkunganJembatan Titian, Jembatan Impian
Best Practice P2KP merupakan kumpulan dokumentasi pengalaman kegiatan lapangan yang sarat dengan inspirasi, prestasi, dan bermakna pelajaran. Tujuan sharing pengalaman dalam bentuk tulisan Best Practice ini agar khalayak terpacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimana penulisan, pengiriman, dan penayangan Best Practice P2KP? Klik disini...
Palangka Raya, 15 Juli 2013
Jembatan Titian, Jembatan Impian

Oleh: 
Loren Mihing
Fasilitator Teknik
OSP 6 Provinsi Kalimantan Tengah  
PNPM Mandiri Perkotaan   

Lokasi permukiman yang padat dan berada di pinggiran sungai, ditambah kondisi tanah rawa yang sering tergenang banjir ketika musim hujan, semakin menguatkan kesan kumuh Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Lokasi seluas 950 Hektare ini dihuni 22.086 jiwa atau 5.489 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 26 Rukun Warga (RW) dan 94 Rukun Tetangga (RT). Sejumlah 2.773 KK atau sekira 10.517 jiwa di antaranya tergolong miskin. Masyarakat asli Kelurahan Pahandut adalah suku Dayak, dan sisanya suku Banjar, Jawa, dan lain-lain. Salah satu kawasan yang sering tergenang banjir di Kelurahan Pahandut adalah RT 06 RW 26.

Di kawasan ini, akses jalan satu-satunya berupa titian kayu, karena menyesuaikan kontur kawasan yang berada di daerah rawa. Sebenarnya kawasan ini bisa saja di buatkan jalan tanah, akan tetapi membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga dinilai tidak efesien. Sedangkan jalanan yang ada, kondisinya sudah rusak dan tidak bisa berfungsi lagi. Hal itu sangat menganggu aktivitas masyarakat. Padahal jalan tersebut merupakan akses penting yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar kawasan tersebut. Menyikapi kondisi ini masyarakat sepakat mengajukan permohonan ke Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Pahandut Mandiri guna membantu mereka membangun jalan titian kayu yang mereka impikan.

Peta wilayah Kelurahan Pahandut
(klik gambar guna memperbesar tampilan)

Seiring berjalannya waktu, permohonan warga disepakati oleh BKM sebagai salah satu prioritas kegiatan yang akan dilakukan dengan menggunakan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perkotaan tahun anggaran 2012, ditambah swadaya masyarakat. Dalam hal ini Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Obama berperan sebagai pelaksana pembangunan.

Pembangunan jalan titian kayu ini melibatkan masyarakat sekitar, yang merupakan warga miskin, yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Mereka dibayar dengan upah minimum sebagai pengganti biaya kebutuhan mereka sehari-hari,mengingat mereka juga sebagai tulang punggung keluarga. Swadaya masyarakat memang berperan besar dalam penyelesaian pembangunan jalan ini. Dengan meluangkan waktu, tenaga dan upah di bawah upah minimum sebagai bentuk kepedulian mereka.

Konstruksi yang digunakan untuk pembangunan jalan titian kayu ini adalah konstruksi panggung guna menyesuaikan dengan kondisi tanah rawa yang tergenang air. Bahan yang digunakan adalah kayu, dengan pertimbangan awet dan sangat efisien dengan kondisi lingkungan sekitar. Kayu yang digunakan untuk pembangunan jalan titian dibeli ke galangan resmi “UD. Doa Ibu” Palangka Raya, yang mempunyai Surat Ijin Galangan Kayu, Nomor : 503.3/415/SITU/V/2010. Artinya, kayu yang digunakan untuk pembagunan jembatan titian adalah kayu legal. Pembangunan jalan titian kayu ini terealisasi dengan baik dan menyerap dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan sebesar Rp34. 950.000 ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp10.590.000. Volume jalan titian kayu ini terealisasi sepanjang 70 meter dan lebar 1,8 meter.

Jalan titian sebelumnya, rusak

Jalan titian Kelurahan Pahandut mulai diperbaiki

Dengan hadirnya jalan titian kayu baru ini, masyarakat tampak sangat gembira. Aktivitas mereka sehari-hari pun berangsur pulih dan tak lagi terganggu. Di sisi lain, mereka puas karena usulan mereka bisa dikabulkan dan terealisasi sesuai dengan yang diharapkan. Jumlah KK penerima manfaat langsung yang melewati jalan ini tidak terhitung banyaknya, mengingat jalan ini merupakan akses yang selalu dilewati warga dari beberapa RT yang berada di kawasan permukiman padat di daerah itu. Yang jelas, jumlah KK yang berada di sekitar jalan titian kayu ini sebanyak 223 KK (613 jiwa), dengan 176 KK (432 jiwa) di antaranya tergolong miskin.

Keberadaan jalan titian kayu yang baru dibangun ini bukan hanya dijadikan sebagai jalan yang menunjang aktivitas warga sehari-hari, tapi juga digunakan masyarakat sekitar untuk bersantai di sore hari. Tak heran jika jalan titian ini selalu tampak ramai di waktu-waktu tertentu. Maklum, kondisi lingkungan permukiman yang padat dan kondisi lahan tergenang, sangat sulit bagi masyarakat sekitar mencari tempat bersantai dan tempat bermain bagi anak-anak. Dengan demikian, keberadaan jalan titian ini mempunyai nilai tambahan bagi mereka.

Proses pengerjaan jalan titian,
lancar berkat swadaya warga

Untuk saat ini dan ke depannya, agar jalan titian kayu tetap berfungsi dengan baik maka sejak awal usulan sudah dibentuk tim O&P yang langsung dikoordinir oleh Ketua RT setempat dan anggotanya dari warga setempat, yang berkomitmen untuk sama-sama memberi bantuan (iuran) sesuai kebutuhan, dalam rangka memelihara dan merawat jalan titian kayu ini. Sehingga, jalan titian ini dapat bertahan dan mempunyai umur ekonomis (lifetime) yang panjang. Karena jalan ini bukan hanya sebagai jalan, tetapi juga halaman bagi mereka, karena kondisi tanah yang sering tergenang banjir pada saat musim hujan.

Dalam kegiatan ini masyarakat juga mengambil hikmah: jika persoalan kita dukung bersama seraya menggalang kepedulian bersama maka segala sesuatu terasa ringan. Masyarakat jadi merasa mampu memecahkan persoalan, membangun lingkungan tempat tinggalnya, menjalin kekompakan dengan kelompok peduli lainnya, maupun dukungan pemerintah. Akhirnya apa yang diimpikan masyarakat bisa terwujud. [Kalteng]

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

  • Loren Mihing (Fasilitator Teknik), HP. 085332712946
  • Joko Sunaryo, HP. 085249005866

Dokumentasi lainnya:

Jalan/jembatan titian yang multifungsi. Tak hanya untuk aktivitas ekonomi, tapi juga rekreasi

Editor: Nina Firstavina

(dibaca 2400)
KOMENTAR ANDA:
ANCA, 4 Oktober 2013, jam 0:19:01
Salaut buat
Loren Mihing
Fasilitator Teknik
OSP 6 Provinsi Kalimantan Tengah
PNPM Mandiri Perkotaan................................ masalah SKKHUnya gmn mas......
Hadi, 5 Maret 2014, jam 9:13:47
keberhasilan agen perubahan di masyarakat yang harus mendapat apresiasi.....mantap mas brow..senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...
Kembali ke atas | Kirim komentar | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 4024, akses halaman: 5228,
pengunjung online: 138, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank