|
 |
| Rabu, 8 September 2010
, Selamat datang di website P2KP!
Forum P2KP dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan P2KP. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising), spamming, politik, dan sejenisnya, apa pun bentuknya. Gunakanlah bahasa yang sopan dan berkaidah/beretika. Tim Website P2KP tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.
|
 |
|
| Forum: Mimbar bebas |
| Kirim tanggapan | Kirim pesan baru | Daftar | Arsip | Cetak |
Menyulap Sampah Jadi pupuk
Muhammad Zahir, 30 Juli 2010, jam 16:29:17 |
Menyulap Sampah Jadi Pupuk Organik Biasanya, orang mengidetikkan sampah dengan kesan jorok, bau yang menyengat dan pencemaran lingkungan, lain halnya dengan KSM Reski Karya di Dusun Leppangeng Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, justru bisa membuat sampah menjadi barang berharga bagi Lingkungan dan bisa meningkatkan pendapatan bagi warga utamanya yang bermukim di lokasi Tempat Pembuangan Ahir (TPA) Sampah. Takdir dan Arif merupakan anggota LKM Asshiddiq Tettong Rilempue yang pertama kali menggagas ide cemerlang tersebut. Selama bertahun-tahun warga Kelurahan Cempalagi Kabupaten Wajo diresahkan oleh tumpukan sampah yang menggunung tak jauh dari kantor Kelurahan, karena Kelurahan Cempalagi merupakan TPA sampah Kabupaten Wajo. Memperlakukan sampah dengan tidak benar, maka akan mengakibatkan pencemaran lingkungan, baik di air, tanah maupun udara. Ide mengelola sampah dengan baik berawal dari Arif salah seorang anggota LKM dan juga merupakan petugas PPL, bersama Takdir yang juga anggota LKM Asshiddiq Tettong Rilempue ingin merubah citra Kelurahan cempalagi dari Kelurahan produsen batu bata menjadi penghasil sayur dan buah yang organik, hal mustahil bagi kebanyaka orang karena Kelurahan Cempalagi merupakan daerah yang kering dan tandus olehnya itu Pemda Kabupaten Wajo menjadikan Kelurahan ini sebagai lokasi Tempat Pembuangan Ahir (TPA). Takdir dan Arif bersama dengan anggota Pimpinan Kolektif LKM di dampingi oleh Fasilitator PNPM–MP Mustakim, S.Sos bermusyawarah untuk mencari solusi mengelolah sampah secara terpadu yang menumpuk di TPA, usulan yang muncul dengan membuat sampah menjadi pupuk organik dengan pertimbangan, pupuk organik mempunyai beberapa keuntungan yakni ; cara membuatnya sangat sederhana, tanah tandus bisa subur dan gembur, mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan petani, Pada tanggal 1 April pelatihan pembuatan pupuk organik dimulai dan diikuti oleh 40 peserta. Dana pelatihan yang diajukan dan disetujui dalam proposal sebesar Rp 5.794.100,- dari BLM. Seluruh dana digunakan untuk membeli peralatan pembuatan pupuk organik, bertindak sebagai Instruktur pelatihan adalah Bapak Ir. Syaharuddin yang juga ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Wajo. Upaya pemberdayaan masyarakat miskin perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan suatu kemandirian masyarakat dengan memciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri sehinga mengurangi ketergantungan kepada pemerintah. Terciptanya peluang usaha pembuatan pupuk organik dan pestisida ini merupakan langkah awal memutuskan ketergantungan warga miskin utamanya yang bergerak dibidang pertanian terhadap kelangkaan pupuk kimia yang harganya kian melonjak tinggi, dengan demikian kesejahteraan warga miskin akan lebih meningkat, demikian yang disampaikan Bapak Ir. Syaharuddin pada pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik ini. Masalah pemasaran, KTNA Kabupaten Wajo siap bekerja sama dengan KSM Reski Karya untuk membuka warung Organik artinya semua yang dipasarkan mulai dari pupuk, beras, sayur, buah-buahan bahkan telur dan daging unggas semuanya non kimia. Dalam pelatihan tersebut telah dipraktekkan : 1. Pupuk Cair. Pembuatan pupuk cair, Pertama-tama bahan pupuk cair berupa buah nenas yang hampir busuk di haluskan (Di Blender) kemudian ditambah dengan larutan gula pasir, di tempat yang terpisah pisang dan pepaya dibelender sampai halus, semua bahan tadi dicampur jadi satu dengan cairan nenas (yang sudah tercampur air gula) tadi kemudian diaduk sampai rata dan dipermentasi selama 7 hari, setelah itu bisa langsung digunakan dengan mencampur air terlebih dahulu dengan perbandingan 1 liter pupuk cair berbanding 20 liter air biasa. Kegunaan pupuk cair ini selain untuk tanaman juga bisa digunakan sebagai pakan pada ternak unggas dengan fungsi untuk memperbesar telur dan merangsan percepatan penggemukan bagi unggas pedaging (Ayam Broliler) dan pakan ikan dengan fungsi untuk mempercepat pertumbuhan dan penggemukan ikan. 2. Pupuk Padat.
Pembuatan pupuk padat, bahan utamanya dari limbah (daun kering, sekam padi, bekatul, kotoran ternak, serbuk gergaji dan kulit kacang hijau) cara pembuatan : daun kering dicincang sampai halus kemudian dijadikan lapisan dasar, disusul lapisan kedua berupa kulit kacang dan dilapisi bekatul yang terlebih dahulu dijadikan adonan dengan campuran pupuk cair (permentasi nenas, pepaya dan pisang) sebagai lapisan ke tiga, kemudian kotoran ternak lalu serbuk gergaji dilapisi lagi bekatul kemudian sekam padi, terahir disiram dengan pupuk cair (permentasi nenas, pepaya dan pisang) dengan menggunakan hairsprey kemudian ditutup dengan plastik selama 14 hari. Selama permentasi suhu dijaga tidak boleh melebihi 50 derajat celcius. 3. Pestisida cair Bahan utama pestisida cair kulit jambu mete, dedaunan yang tidak disukai kambing, cabe rawit. Pertama-tama semua dedaunan di cincang kemudian ditumbuk sampai halus, kulit jambu mente juga ditumbuk sampai keluar minyaknya kemudian disiram air panas (sebaiknya dikukus), cabe rawit ditumbuk sampai halus kemudian dicampur dengan kulit jambu mente tadi dan dipermentasi selama 2 hari, pada hari ke tiga campuran kulit mente dan cabe rawit di satukan dengan permentasi dedaunan kemudian dipermentasi selama 10 hari. Dalam pelatihan tersebut Bapak Ir. Saharuddin selaku pemandu membeberkan prinsip formulasi pembuatan Pupuk organik sebagai berikut : 1. Kombinasi bahan organik yang mengandung unsur hara makro dan mikro yaitu mencampur daun-daun, batang-batangan dan akar tanaman kacang-kacangan. 2. Prosentase bahan daun disesuaikan mamfaat pupuk, bila yang dinginkan untuk pupuk daun maka bahan utamanya adalah daun-daunan. 3. Mikroba yang dipakai sebagai bahan dekomposer dikembangkan terlebih dahulu pada media cair yang diseterilkan. 4. Proses fermentasi dilakukan dalam 3 tahap yaitu : a. Pembebasan dari mikroba patogeng dengan cara mengeringkan, b. Fermentasi secara anaerob yaitu menumpuk tinggi dan mempertahankan suhu antara 40 – 50 derajat celcius. c. Menganginkan untuk melepas gas beracun yang terkandung dalam bahan pupuk. Kadis pertanian kabupaten wajo dalam sambutannya saat membuka pelatihan ini, menyampaikan kesiapannya memfasilitasi pengoperasian mesin pengolahan sampah yang ada di TPA diserahkan kepada KSM Reski Karya. Selama ini mesin yang merupakan asset Pemda tersebut senilai Rp 300.000.000,- terkesan mubassir karena tidak pernah digunakan. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, hasil pembuatan pupuk organik padat yang telah diproduksi KSM Reski Karya telah diikutkan dalam Pameran pada acara Rembug Madya/Tudang Sipulung KTNA Propinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 3 – 4 Mei 2010 di Kabupaten Pinrang dan ternyata hasilnya dinilai baik dari berbagai pengamat. Saat ini pemerintah kabupaten wajo dalam hal ini Dinas Bapedalda telah mempercayakan pengoperasian mesin pengolahan sampah kepada KSM Reski Karya, dalam proses memproduksi pupuk organaik dalam jumlah yang cukup besar dalam rangka mendukung program Pemda Kab. Wajo yakni memproduksi dan menyalurkan pupuk organik ke daerah –daerah teatngga kab. Wajo. (Muhammad Zahir, Bs Askot MK Korkot IV Wajo) Kontak Person : Muhammad Arif (Anggota PK LKM) : 08124123265 Takdir (Anggota PK LKM) : 081342327645 Ir. Saharuddin (Ketua KTNA) : 081 354613725
|
[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru] |
|
| |
|
|
 |